PEMKAB GRESIK DORONG PENCEGAHAN KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN DI TENGAH PANDEMI

JATIMNET.COM Gresik – Pentingnya mengedukasi para orang tua agar tetap mengawasi anak dengan sesuai dan benar menjadi kewajiban untuk melindungi anak-anak, namun tidak boleh super ketat. Tingginya gelombang kesenjangan ekonomi di masa pandemi menyebabkan hilangnya mata pencarian dan perekonomian yang berdampak meningkatnya beban keluarga.

Berpotensi memicu kekerasan dalam rumah tangga, terutama anak-anak menjadi korban,  masyarakat harus dibekali pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan di era pandemi.

Pemerintah daerah hadir dengan menggelar seminar Pencegahan Kekerasan Anak dan Perempuan di Era Pandemi lewat Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik.

Disampaikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, anak-anak dimasa sekarang maupun yang baru lahir merupakan aset ditahun 2045 mendatang sebagai bonus demografi.

Dimana generasi emas tersebut pada dasarnya menjadi bibit unggul, sudah ada mulai dari sekarang.  “Merekalah yang akan memimpin bangsa ini di tahun 2045 kelak,” katanya, Minggu 10 Oktober 2021.

Wakil Bupati saat pembukaan seminar yang bertempat di Pendopo Putri Mijil itu kembali menjelaskan, pada tahun 2045 pekerja di Indonesia berjumlah lebih banyak dari pada  di negara lain.

“Angkatan kerja dengan usia produktif  18-58 tahun jumlahnya akan lebih banyak dari manula dan anak-anak, hal ini sangat menguntungkan kita di masa mendatang,” lanjutnya.

Untuk itulah, lanjut Wabup Aminatun berharap dan meminta bagi para peserta dan juga masyarakat di Gresik wajib melindungi anak-anak dengan pengawasan, namun tidak boleh super ketat.

Sementara itu,  Tis’at Afriyandi yang menjadi narasumber pada seminar dari Surabaya Children Crisis Centre, menyebut peserta seminar ini telah di bekali ilmu dan sudah punya pengalaman yang luar biasa tentang anak.

Dari hasil seminar juga diharapkan para peserta dengan ilmu dan pengalamannya tersebut bisa disalurkan ke saudara serta ke tetangga-tetangga di rumah.

“Mari selamatkan anak-anak kita, bisa jadi jumlah anak-anak hanya 30 persen dari penduduk Indonesia. Namun mereka adalah 100 persen dari masa depan bangsa dan negara yang bergantung pada mereka,” ia memungkasi.

Sebagai catatan, seminar juga dihadiri oleh kepala Dinas (KBPPPA) Gresik drg. Saifuddin Ghozali dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani.